RT 02 RW 08 Slawi Kulon - Cara anak menghadapi sebuah konflik ternyata ikut berpengaruh pada kesehatannya dalam jangka panjang. Menurut studi terbaru, anak yang pemarah dan kurang bisa bergaul dengan teman sebayanya akan lebih rentan menderita penyakit saat dewasa.
Menurut studi yang dilakukan tim dari University of Virginia, AS, anak - anak yang selalu berkonflik dengan teman sebayanya dan seringkali tidak bisa diselesaikan dengan baik berisiko menderita berbagai masalah kesehatan, termasuk penuaan dini dan radang sendi (arthritis).
Dari penelitian yang berjudul "The Body Remembers", terungkap ada perbedaan antara orang dewasa yang masa kecilnya memiliki konflik sosial serta belum terselesaikan dengan baik; dan orang yang dapat menyelesaikan konfliknya.
Sementara anak yang mampu menyelesaikan masalah konflik dengan baik cenderung memiliki interleukin - 6 yang rendah.
"Orangtua sering menganggap bahwa masalah anak dengan temannya sangat sepele, tak berarti apa - apa dan akan berlalu begitu saja. Namun, penelitian ini mengatakan bahwa hubungan tersebut tidak lah sepele," ujar Joseph Allen, profesor pikologi di University of Virginia dan penulis utama studi tersebut.
(Baca juga: Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orangtua "Zaman Now")
Oleh karena itu, Allen menyarankan agar orangtua lebih peka ketika anak mereka memiliki masalah dengan temannya.
Bagi orang dewasa mungkin masalahnya terlihat kecil, namun efek dari masalah ini pada anak bisa berdampak jangka panjang, termasuk soal kesehatan.
"Ketika remaja khawatir dengan konflik bersama teman sebayanya, memang itu yang harus dilakukan. Kita juga perlu menganggap ini serius. Ini bukan sesuatu yang harus diabaikan," ujar Allen.
Dari : Kompas
RT 02 RW 08 Slawi Kulon Kesehatan RT 02 RW 08 Slawi Kulon
Menurut studi yang dilakukan tim dari University of Virginia, AS, anak - anak yang selalu berkonflik dengan teman sebayanya dan seringkali tidak bisa diselesaikan dengan baik berisiko menderita berbagai masalah kesehatan, termasuk penuaan dini dan radang sendi (arthritis).
Dari penelitian yang berjudul "The Body Remembers", terungkap ada perbedaan antara orang dewasa yang masa kecilnya memiliki konflik sosial serta belum terselesaikan dengan baik; dan orang yang dapat menyelesaikan konfliknya.
| Anak Pemarah Berisiko Penyakitan Saat Dewasa (Sumber Gambar : KOMPAS) |
Anak Pemarah Berisiko Penyakitan Saat Dewasa
Kedua kelompok orang dewasa tersebut diteliti pada saat usia yang sama, 28 tahun. Pada orang dewasa yang tak bisa menangani konflik, peneliti menemukan interleukin - 6 dalam aliran darah mereka. Adapun interleukin - 6 merupakan protein yang umumnya terkait dengan osteoporosis, tumor kanker, arthritis, dan berbagai masalah medis lainnya.Sementara anak yang mampu menyelesaikan masalah konflik dengan baik cenderung memiliki interleukin - 6 yang rendah.
"Orangtua sering menganggap bahwa masalah anak dengan temannya sangat sepele, tak berarti apa - apa dan akan berlalu begitu saja. Namun, penelitian ini mengatakan bahwa hubungan tersebut tidak lah sepele," ujar Joseph Allen, profesor pikologi di University of Virginia dan penulis utama studi tersebut.
RT 02 RW 08 Slawi Kulon
Penelitian ini dilakukan secara jangka panjang, di mana Allen dan timnya memulai penelitian terhadap 127 siswa sekolah menengah pada tahun 1988. Responden ditanya bagaimana mereka menyelesaikan konflik dan mengamati cara mereka bergaul dengan teman - temannya untuk melihat seperti apa interaksi tersebut.(Baca juga: Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orangtua "Zaman Now")
RT 02 RW 08 Slawi Kulon
Terakhir, para peneliti kemudian mengambil sampel darah ketika responden berusia 28 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa anak yang menangani masalah dengan reaksi buruk seperti marah berisiko lebih tinggi memilki interleukin - 6 daripada siswa yang mampu menghindari atau menyelesaikan masalah dengan teman mereka.Oleh karena itu, Allen menyarankan agar orangtua lebih peka ketika anak mereka memiliki masalah dengan temannya.
Bagi orang dewasa mungkin masalahnya terlihat kecil, namun efek dari masalah ini pada anak bisa berdampak jangka panjang, termasuk soal kesehatan.
"Ketika remaja khawatir dengan konflik bersama teman sebayanya, memang itu yang harus dilakukan. Kita juga perlu menganggap ini serius. Ini bukan sesuatu yang harus diabaikan," ujar Allen.
Dari : Kompas
RT 02 RW 08 Slawi Kulon Kesehatan RT 02 RW 08 Slawi Kulon
Anak Pemarah Berisiko Penyakitan Saat Dewasa
Reviewed by Unknown
on
Sabtu, Agustus 16, 2008
Rating: