JAKARTA, RT 02 RW 08 Slawi Kulon - Tren ikut ajang lari maraton kini tengah naik daun. Tak sedikit orang mengikuti acara ini hingga berkali - kali dalam satu bulan. Tapi, apakah itu baik?
Dr Hario Tilarso SpKO mengatakan, setiap pelari - khususnya pelari maraton, membutuhkan waktu untuk pemulihan. Namun, panjangnya waktu tersebut berbeda - beda.
Selain atlet maraton profesional, pelari maraton umum perlu mengikuti metode: empat dikali dengan waktu tempuh.
"Jika dia lari 42 kilometer dalam waktu lima jam, maka untuk waktu pemulihan, empat dikali waktu tempuh. Kalau lima jam berarti (istirahat) 20 hari."
"Setelah itu baru baru boleh ikut perlombaan," kata Hario saat coaching clinic Pertamina Eco Run, di Jakarta, Jumat (24/11/2017).
Bila tetap dipaksakan berlari, maka akan mengganggu kerja organ, mulai dari ginjal, jantung hingga liver. Risikonya adalah sakit.
"Bisa terjadi kerusakan beberapa organ terutama liver, kemudian hepatitis, enzim - enzim jantung naik, kalau belum pure (kembali normal), kita genjot lagi, bisa bermasalah. Jadi jangan paksakan," kata dia.
Baca juga : Asap Polusi Masih Tebal, Maraton di New Delhi Tetap Digelar
Dari : Kompas
Dr Hario Tilarso SpKO mengatakan, setiap pelari - khususnya pelari maraton, membutuhkan waktu untuk pemulihan. Namun, panjangnya waktu tersebut berbeda - beda.
Selain atlet maraton profesional, pelari maraton umum perlu mengikuti metode: empat dikali dengan waktu tempuh.
"Jika dia lari 42 kilometer dalam waktu lima jam, maka untuk waktu pemulihan, empat dikali waktu tempuh. Kalau lima jam berarti (istirahat) 20 hari."
| Berapa Waktu Istirahat Sebelum Kembali Lari Maraton (Sumber Gambar : KOMPAS) |
Berapa Waktu Istirahat Sebelum Kembali Lari Maraton
Baca juga : Insiden Salah Belok, Para Pelari Unggulan Gagal Juarai Maraton Venesia"Setelah itu baru baru boleh ikut perlombaan," kata Hario saat coaching clinic Pertamina Eco Run, di Jakarta, Jumat (24/11/2017).
RT 02 RW 08 Slawi Kulon
Pemulihan dengan mengikuti perhitungan tersebut dianggap paling ideal untuk mengembalikan kerja organ - organ tubuh.Bila tetap dipaksakan berlari, maka akan mengganggu kerja organ, mulai dari ginjal, jantung hingga liver. Risikonya adalah sakit.
"Bisa terjadi kerusakan beberapa organ terutama liver, kemudian hepatitis, enzim - enzim jantung naik, kalau belum pure (kembali normal), kita genjot lagi, bisa bermasalah. Jadi jangan paksakan," kata dia.
Baca juga : Asap Polusi Masih Tebal, Maraton di New Delhi Tetap Digelar
Dari : Kompas
RT 02 RW 08 Slawi Kulon
RT 02 RW 08 Slawi Kulon Kekinian RT 02 RW 08 Slawi Kulon
Berapa Waktu Istirahat Sebelum Kembali Lari Maraton
Reviewed by Unknown
on
Jumat, Desember 22, 2017
Rating: